
Kondisi Keuangan Memburuk
Neta, brand mobil listrik asal China, sedang menghadapi krisis yang serius. Menurut laporan dari Car News China, perusahaan ini telah membubarkan seluruh tim riset dan pengembangan (R&D) karena masalah finansial. Tak hanya itu, sekitar 200 dari 1.700 karyawannya telah mengundurkan diri. Penyebab utamanya adalah penjualan yang drastis turun—Neta hanya mampu menjual 2% dari jumlah mobil pada Januari 2025 dibandingkan tahun lalu. Bahkan, di Februari 2025, penjualan hanya mencapai 400 unit.
Dampak pada Vendor
Kondisi krisis Neta semakin memburuk karena perusahaan ini tidak mampu memenuhi kewajiban pembayaran kepada para vendor. Ini menjadi masalah serius karena vendor adalah bagian integral dalam rantai pasok mobil listrik. Tanpa komponen yang tepat, Neta tidak akan mampu memproduksi mobil yang kompetitif di pasar.
Evaluasi dan Rekomendasi
Situasi ini menunjukkan pentingnya manajemen keuangan yang efektif, terutama dalam industri mobil listrik yang kompetitif. Neta perlu merevitalisasi strategi bisnisnya, mungkin dengan fokus pada produk yang lebih spesifik atau mencari investor baru. Tanpa langkah cepat, merek ini mungkin kehilangan posisinya di pasar.
Krisis yang dialami Neta tidak hanya menggambarkan masalah internal perusahaan, tetapi juga menjadi peringatan bagi industri mobil listrik secara luas tentang pentingnya stabilitas finansial dan manajemen risiko yang baik.